Trimulyo — Upaya pencegahan Demam Berdarah Dengue (DBD) di Kalurahan Trimulyo kembali diperkuat melalui Gerakan TABO (Tanggap Bocah) Serentak yang digelar pada Sabtu, 6 Desember 2025. Kegiatan yang berlangsung di seluruh padukuhan ini menjadi langkah kolektif pemerintah kalurahan bersama warga untuk menekan potensi berkembangnya jentik nyamuk Aedes aegypti menjelang puncak musim hujan.

Sejak pagi, anak-anak didampingi kader kesehatan serta pamong kalurahan bergerak menyusuri rumah warga. Mereka melakukan pemantauan, pengecekan jentik, hingga edukasi perilaku hidup bersih dan sehat. Terutama membersihkan halaman rumah, menguras bak mandi, menutup tempat penampungan air, serta memastikan lingkungan bebas dari genangan.

Di beberapa padukuhan, kader juga memberikan pendampingan mengenai pola hidup sehat, termasuk menjaga kebersihan tempat bermain dan memastikan anak terhindar dari gigitan nyamuk. Data hasil pemantauan akan dihimpun sebagai bahan evaluasi dan tindak lanjut oleh kalurahan.

Gerakan TABO kali ini tidak hanya berfokus pada pemeriksaan jentik, tetapi juga membangun kesadaran kolektif bahwa upaya pencegahan DBD harus dilakukan berkelanjutan. Warga didorong untuk menerapkan prinsip 3M Plus—menguras, menutup, mendaur ulang barang bekas, serta melakukan langkah tambahan seperti memakai kelambu dan menjaga ventilasi rumah.

Dengan pelaksanaan serentak di seluruh padukuhan, Kalurahan Trimulyo berharap dapat menciptakan lingkungan yang lebih sehat, sekaligus memastikan terdindar dari potensi penyakit DBD. Pemerintah kalurahan berkomitmen melanjutkan pemantauan rutin sebagai bagian dari gerakan bersama menjaga kesehatan masyarakat.