Watu Kotak terletak di tepi Sungai Bedog di sebelah timur Padukuhan Klelen, dan berada di Tanah Kas Desa Trimulyo. Menurut informasi dari warga Masyarakat Klelen, di bawah batu tersebut ada Gua yang pernah menjadi tempat persembunyian atau persinggahan Rombongan P. Diponegoro sewaktu melakukan perlawanan kepada Belanda di rentang waktu tahun 1825 – 1830 M. Namun seiring berjalannya waktu di mulut Gua tersebut muncul mata air yang diikuti dengan munculnya ikan laut (Ikan pethek). Adanya fenomena tersebut mengakibatkan warga khawatir akan terjadi hal-hal yang tidak diinginkan, Oleh karena itu warga berinisiatif untuk mengadakan sesaji untuk dilarung di sumber mata air tersebut. Salah satu benda yang dilarung berupa Gamelan berwujud Gong. Menurut cerita dari warga masyarakat di tempat tersebut sering terdengar orang nabuh Gamelan, bahkan tidak jarang orang luar wilayah Klelen mengira ada orang Klelen yang menggelar pertunjukan wayang yang diiringi gamelan, tetapi setelah dikunjungi di sumber suara ternyata tidak ada apa-apa dan hanya ada watu kotak yang sekelilingnya sunyi senyap.

Ada sumber berita lain dari warga bahwa watu kotak memiliki hubungan dengan Gunug Merapi, menurut penuturan Bpk. Dukuh ada warga yang mendengar suara gemuruh di watu kotak tersebut jika Gunung Merapi akan erupsi.

Demikian sekilas info tentang watu kotak …. Dikutip dari berbagai sumber lisan dari warga yang memiliki usia sudah lanjut.